Efek Extra Fooding (EF) Jangkrik (JK) pada Kacer – Extra Fooding (EF) atau bisa juga kita sebut sebagai masakan tambahan untuk mendukung performa kacer di lapangan merupakan salah satu factor penting yang harus diperhatikan oleh setiap kicau mania yang menginginkan momongannya berprestasi. Nah terkusus untuk kacer, EF yang umumnya diberikan ialah kroto, ulat hongkong, ulat daun pisang, jangkrik, dll. Jika pada diskusi sebelumnya kita sudah membahas perihal perbedaan EF Kroto dan Ulat Bambu, pada kesempatan ini bahasan kita akan terkhusus pada EF jangkrik.
Extra Fooding Jangkrik
Sudah bukan diam-diam lagi dan telah saya bahas sebelumnya setrik singkat bahwa fungsi EF jangkrik atau yang lebih dikenal dengan abreviasi “JK” ialah untuk menambah power (suara) dan stamina pada burung kacer. Akan tetapi, apakah anggapan ini berlaku untuk semua burung? Tipe burung kacer yang ibarat apa yang sanggup dimaksimalkan performanya dengan memperlihatkan JK ini? Tipe burung yang ibarat apa yang justru akan bermasalah kalau JK ini diberikan? Semua pertanyaan-pertanyaan ini sering saya temui dalam diskusi-diskusi seputar kicau baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Oleh karenanya, kali ini saya anggap perlu untuk memperlihatkan kajian dan klasifikasi lengkap terkait hal ini.
Tak sanggup dipungkiri dan sudah menjadi iktikad kicau mania pada umumnya bahwa fungsi JK ialah untuk menambah power pada burung, tetapi marilah kita diskusikan lebih dalam perihal kebenaran anggapan ini. Berdasarkan pengalaman saya, JK memang mutlak sanggup menambah power kalau diberikan pada burung kacer bertipe panas. Seandainya si burung bisa mengonsumsi JK satu emberpun setiap hari, kondisi ini tidak akan menaikan birahi dan akan tetap baik untuk menambah power. Pada kacer tipe panas, biasanya birahinya sanggup dinaikkan dengan memperlihatkan kroto. Jika sumbangan kroto tetap tidak bisa menaikan birahinya, maka coba naikan level pendorong birahinya dengan sumbangan ulat bambu atau ulat daun pisang.
Akan tetapi kalau JK diberikan pada burung bertipe masbodoh apakah fungsi JK itu tetap untuk mendongkrak power? Menurut saya jawabanya ialah belum tentu. Sudah beberapa kali saya sampaikan bahwa pada burung bertipe dingin, JK tidak benar-benar sanggup dimaksimalkan untuk menambah power apalagi dengan sumbangan yang kelewat / over. Dengan sumbangan JK yang kelewat / over pada kacer bertipe masbodoh yang terjadi biasanya ialah justru menaikan birahi.
![]() |
| Efek Extra Fooding (EF) Jangkrik (JK) pada Kacer |
Jadi ksimpulanya, fungsi semua EF itu sanggup kita maksimalkan kalau kita berikan pada tipe burung yang tepat. JK akan menambah power kalau diberikan pada burung kacer bertipe panas akan tetapi tidak terlalu maksimal kalau diaplikasikan pada kacer bertipe dingin. Di sinilah kita dtuntuntut cerdas dalam mengkaji. Jangan semua kajian yang sudah bertaburan di gogle itu dimakan mentah-mentah meski tanpa ada klasifikasi yang riil dan masuk akal. Ok tidak usah panjang-panjang perihal klasifikasi 1 jenis EF ini. Nanti kita sambung lagi di artikel episode selanjutnya. Aku padamu semua sobatku warga CPI emmuaaahhhh!!!! CPI GARIS KERAS!!! IBIBK

0 Response to "Efek Extra Fooding (Ef) Jangkrik (Jk) Pada Kacer"