Menguak Misteri Kacer yang Berubah Performa Ketika Pindah Tangan – Ok, mungkin bnyak diantara KM yang galau dengan fenomena berikut ini. Ada kalanya dikala kita mengadopsi burung kacer dari rumahan yang yummy dilihat, buka ekor, skill tidak mengecewakan tapi perawatan asalan kita kemudian optimis bisa memperbaikinya dan menempatkan ia di jalur prestasi dengan memperbaiki rawatan harian, aplikasi EF, dan jemur. Namun, sayangnya yang terjadi kemudian ialah seteleh kita beli burung tersebut dan kemudian kita rawat burung tersebut bukan semakin bagus, tapi justru tambah ancur performanya. Mengapa hal menyerupai ini kerap terjadi?
Karna sifat manusiawi biasanya berfikir sperti ini, dikala melihat burung rumahan (dari petani) dengan kondisi kotoran menumpuk di sangkar dan nampak tidak terurus tapi performanya selalu on buka ekor di rumah dan ditrekpun ok maka angan-angan di otak kita niscaya akan memprediksi bahwa dengan kondisi sperti itu (tidak ada rawatan maksimal) saja performa burung sudah cukup baik, apalagi kalau terkena rawatan EF, mandi & jemur teratur, dll? Pasti burung tersebut akan tambah ok. (itu fikiran manusiawi).
Tapi, surve pertanda (menurut pengamatan saya dan sharing pengalaman dari banyak rekan-rekan KM) sesudah burung tersebut dirawat ala perawat orisinil (rawatan si pak tani) plus embel-embel rawatan pengaplikasian EF, mandi, & jemur teratur, si burung tidak mengatakan perkembangan yang positif, tapi justru cenderung negatif. Sobat KM, ini biasanya terjadi lantaran ketidak tauan kita sendiri.
Mari kita kupas venomena ini setrik seksama. Mengapa burung yang dalam kasus ini saya ilustrasikan tadinya milik pak tani dengan tidak makan EF, tidak mandi, dan cuma jemur saja bisa ok? Sementara dikala ada embel-embel rawatan versi si pembeli yang terjadi justru penurunan performa si burung? Inti permasalahan ini bekerjsama ialah kejelian untuk melihat aksara kacer itu sendiri. Pada gambaran problem di atas, burung yang memiliki dasar tipe dingin dengan rawatan apa adanya yang diterapkan pak tani menyerupai itu (dengan tidak adanya pemandian) sudah cukup untuk membentuk emosi. Terlebih lagi, berdasarkan pengamatan saya, kacer tipe hirau taacuh sudah punya modal untuk memunculkan birahinya mesti tidak memakan EF sama sekali.
Lebih jauh lagi, mungkin juga muncul pertanyaan “Mengapa sesudah dirawat dengan penambahan referensi rawatan si pembeli performa burung menurun?” Jawabannya ialah Karna dalam gambaran kasus di atas burung bertipe dingin yang sudah dalam kondisi pas antara birahi dan emosinya, justru diberikan treatment mandi dan aplikasi EF. Nah pada posisi menyerupai ini hal yang umumnya akan terjadi ialah kondisi dimana birahi lebih mendominasi dibandingkan emosinya sehingga terjadilah masalah-masalah sperti mbalon, ngak responsif, nyiblek, dll.
Lalu, bagaimana mengatasi problem perubahan performa kacer pada kasus ini?
Pertama jikalau mndapat materi sperti ini, Jangan sekali-kali dimandikan sebelum kita menambah durasi jemurnya. Penambahan durasi penjemuran disebabkan lantaran ada dukungan EF dimana kondisi sebelumnya ialah nol EF. Harus ada pembiasaan dikala dukungan EF dilakukan, maka durasi penjemuran ditambah. Setelah itu lihat perkembangannya, jangan hingga birahi diatas emosinya. Setelah semua berjalan dengan baik, barulah berikan pemandian seminggu sekali. Selalu awasai langkah demi langkah ini, jangan hingga birahi diatas emosi. Lakukan langkah-langkah ini sambil terus menerus melaksanakan penilaian hingga kita mengetahui berapakah kebutuhan mandi si burung untuk setting rawatan dalam satu ahad dengan melaksanakan penambahan sedikit demi sdikit atau pengurangan sesuai kondisi.
Berbeda halnya jikalau kita punya pengalaman sebaliknya, dikala kita menerima celeng rumahan yang dikala di rumh sang pemilik hanya membisu dengan rawatan ala pak tani yang alakadarnya, kemudian berkembang menjadi ok performanya dikala dirawat dengan referensi rawatan yang bekerjsama dengan mempertimbangkan dukungan EF, mandi, dan penjemurannya. Dalam kasus ini, yang terjadi pun sebaliknnya lantaran materi yang kita sanggup itu bisa digolongkan burung yang bertipe panas atau emosi tinggi sehingga begitu terkena EF dan mandi maka jadinya semakin bagus.
![]() |
| Misteri Kacer yang Brubah Performa |
Nah kesimpulannya dikala kita mengambil materi dari pak tani (pak tani ialah gambaran perawat kacer yang hanya merawat dengan alakadarnya tanpa mempertimbangkan dukungan EF, durasi penjemuran, dan intensitas mandi) maka untuk menilai materi itu, kita harus jeli untuk membaca suhu udara di tempat tersebut sperti apa sementara kita merawat di suhu sperti apa. Semuanya harus diubahsuaikan dengan rawatan dan karakternya. Mungkin kita kini ngak perlu lagi memisterikan hitam putih. Mesteri itu bekerjsama terjadi karna ketidak mauan kita untuk berfikir lebih keras. IBI BK
Baca Juga
Mengapa Kacer yang Berpindah Lokasi Berubah Performanya?
Tips Kicau Kacer Lainnya DI SINI.
Baca Juga
Mengapa Kacer yang Berpindah Lokasi Berubah Performanya?
Tips Kicau Kacer Lainnya DI SINI.

0 Response to "Menguak Misteri Kacer Yang Brubah Performa Dikala Pindah Tangan"