Latest News

Kumpulan Opini Kompas: Pilihan Strategis Hapus Dua Tiongkok

Rene L Pattiradjawane

ADA perkembangan penting dalam korelasi Tiongkok-Taiwan , rencana pertemuan pejabat pemerintahan masing-masing di Nanjing , ibu kota Provinsi Jiangsu , Tiongkok timur. Menurut rencana , Ketua Dewan Urusan Masalah Daratan Tiongkok Wang Yu-chi bakal bertemu dengan Ketua Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara Tiongkok (kabinet) Zhang Zhijun dua pekan menjelang perayaan Cap Go Meh bulan depan.

Pertemuan yang pertama kali kedua pejabat negara ini jadi penting bukan hanya mencari solusi hening kedua pihak yang setrik teknis masih dalam kondisi perang saudara , melainkan juga bakal mengubah konstelasi geopolitik di daerah Asia Timur. Tak disebutkan agenda pembahasan Wang-Zhang ini. Pihak Taiwan dalam percakapan dengan Kompas , pekan kemudian , menyebutkan salah satunya ialah mencoba mencari modalitas bagi Presiden Taiwan Ma Ying-jeou untuk dapat berkunjung ke daratan Tiongkok di sela-sela pertemuan APEC final tahun ini.

Pemerintah Republik Tiongkok (nama lain untuk Taiwan) berdiri di pulau yang berseberangan dengan Provinsi Fujian , pesisir timur daratan Tiongkok , sehabis kekalahan kelompok Kuomintang (Partai Nasionalis Tiongkok) yang melarikan diri ke Pulau Taiwan di bawah Generalisimo Chiang Kai-shek alasannya kekalahannya menghadapi kelompok komunis , Partai Komunis Tiongkok (PKT) , yang kini berkuasa.

Setidaknya ada dua alasan mengapa pertemuan Wang-Zhang ini dilakukan di daratan Tiongkok yang sebelumnya selalu terjadi di negara ketiga. Pertama , para penguasa Beijing lebih percaya untuk berbitrik dengan para pejabat Kuomintang yang berkuasa dan berharap dapat melaksanakan terobosan sebelum dilaksanakannya pemilu presiden Taiwan tahun 2016.

Kedua , Beijing melaksanakan pilihan strategis menghadapi perubahan geopolitik di daerah Asia Timur , khususnya atas klaim tumpang tindih Pulau Diaoyu (Taiwan menyebutnya Diaoyutai) dengan Jepang (menyebutnya Senkaku) yang semakin kasar dalam memproyeksikan kontribusi proaktif bagi perdamaian. Bagi Jepang , kebangkitan Tiongkok bakal menjadi bahaya bila tidak diimbangi dengan kekuatan militer yang memadai.

Bersamaan dengan ini , ada faktor lain yang ikut memengaruhi upaya perubahan geopolitik korelasi Tiongkok-Taiwan dalam kurun lima tahun ke depan. Pertama , pilihan strategis bagi Tiongkok-Taiwan , menyangkut kelangsungan pembangunan ekonomi kedua pihak , bersamaan dengan semakin melambatnya laju pertumbuhan pembangunan ekonomi keduanya dengan ketergantungan yang sangat tinggi.

Kedua , perlunya modifikasi korelasi kedua belah pihak dalam rangka mengurangi peranan AS yang masih terikat dengan Taiwan melalui Taiwan Relations Act 1979 sehabis pemulihan korelasi Beijing-Washington (1978) dengan menawarkan peluang intervensi apabila Taiwan diserang Beijing. Menghilangkan faktor ini bakal mempersempit lingkup efek kebijakan poros AS menyebarkan titik optimum penggelaran kekuatan militernya.

Ada pepatah Tionghoa berbunyi ”he ze liang li duo ze liang shang ,” kolaborasi menguntungkan keduanya , perkelahian bakal melukai keduanya. Pilihan strategis yang dilakukan Presiden Tiongkok Xi Jinping , menuntaskan masalah Taiwan mengantisipasi perubahan drastis di dalam negeri melalui kontribusi keuangan , sumber daya insan , dan teknologi Taiwan , ataupun bahaya perubahan geopolitik lingkungan regional.

Rene L Pattiradjawane , Wartawan Senior Kompas

0 Response to "Kumpulan Opini Kompas: Pilihan Strategis Hapus Dua Tiongkok"

Total Pageviews