Sayidiman Suryohadiprojo
Pada tingkat nasional bakal ada pemilu legislatif dan presiden- wakil presiden yang bakal besar lengan berkuasa besar bagi Indonesia ke depan. Pada tingkat internasional , dinamika politik dan ekonomi di seluruh dunia berdampak tidak sederhana bagi bangsa Indonesia.
Oleh lantaran itu , sangat penting bangsa Indonesia hidup dengan sistem yang sempurna dan digerakkan oleh insan yang sempurna pula. Kita memerlukan sistem yang sempurna supaya sanggup menentukan pilihan-pilihan sesuai dengan keperluan bangsa dan supaya keputusan itu sanggup berjalan sempurna pula.
Selama kita menentukan dasar negara yaitu Pancasila , maka sistem yang harus ada dan berkembang di Indonesia yaitu banyak sekali ketentuan dan hukum hidup yang menurut nilai-nilai Pancasila. Adalah satu kebenaran yang tak sanggup ditolak bahwa Pancasila memang menjadi Dasar Negara RI segimana sudah ditetapkan oleh para pendiri negara tahun 1945.
Kehidupan bangsa Indonesia memerlukan Pancasila sebagai dasar negara untuk sanggup hidup senang , tenang , dan sejahtera dalam negara yang merdeka dan berdaulat. Tepat sekali jikalau Bung Karno , bapak bangsa Indonesia , menggali Pancasila dari akar-akar kehidupan bangsa.
Dalam kenyataannya , keadaan negara dan bangsa Indonesia kini masih jauh dari Pancasila. Oleh alasannya itu , perlu sekali ada koreksi atas kehidupan negara dan bangsa supaya secepat mungkin sanggup ditegakkan sistem yang berlandaskan Pancasila.
Perlu koreksi
Koreksi yang perlu diadakan tidak sedikit dan menyangkut banyak sekali aspek kehidupan bangsa. Yang paling fundamental yaitu koreksi terhadap konstitusi yang sekalipun masih berjulukan UUD 1945 telah diamandemen empat kali pada kala reformasi sehingga isinya sudah jauh berubah.
Memang ada pihak-pihak di luar negeri dengan kontribusi pihak-pihak Indonesia yang mengusahakan supaya Indonesia meninggalkan Pancasila. Mereka berhasil melakukannya mulai dari amandemen. Maka , koreksi paling fundamental yaitu kaji ulang Undang-Undang Dasar supaya benar-benar menjadi konstitusi negara Pancasila.
Dalam kaji ulang itu terutama perlu ditinjau kembali posisi forum tinggi negara , menyerupai kembalinya MPR sebagai forum tertinggi negara dengan segala konsekuensinya , menyerupai memutuskan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).
Selain itu , sistem Pancasila juga perlu mengandung hukum dan ketentuan yang membuat rakyat Indonesia sejahtera. Tidak hanya golongan kecil yang maju dan sejahtera , tetapi juga mencakup seluruh rakyat Indonesia. Ini untuk mengoreksi kondisi kini yang dikuasai perilaku neoliberalisme sehingga terjadi kesenjangan parah , ditunjukkan oleh faktor Gini lebih dari 40 persen. Ini keadaan yang sudah jauh sekali dari tujuan kemerdekaan.
Koreksi lain yang penting yaitu dalam sistem politik supaya terwujud demokrasi sesuai Pancasila sehingga sesuai dengan kepentingan rakyat banyak. Saat ini yang ada yaitu politik uang dan sarat korupsi.
Agar terjamin masa depan bangsa yang baik harus dijalankan pendidikan bermutu yang menjangkau seluruh masyarakat. Pendidikan bakal menghasilkan insan Indonesia yang cakap memanfaatkan segala potensi bangsa untuk kesejahteraan.
Namun , membangun sistem yang sempurna hanya sanggup dilakukan insan yang memahami kekurangan dan mau serta sanggup melaksanakan koreksi. Orang-orang yang berpidato dengan bunyi besar saja tidak bakal menyebabkan perubahan yang diperlukan.
Maka , tahun menjadi 2014 begitu penting lantaran bakal menentukan anggota legislatif dan pemilihan eksekutif. Baik Presiden RI maupun anggota dewan perwakilan rakyat menjadi penentu dimulainya kaji ulang konstitusi serta gimana jalannya kaji ulang itu.
Demikian pula perbaikan kesejahteraan rakyat hanya mungkin jikalau anggota dewan perwakilan rakyat dan presiden berniat serta bertekad kuat melakukannya.
Dalam hal ini , semua yang amat menentukan yaitu Presiden RI yang menjalankan kepemimpinan nasional. Ia pula yang menentukan posisi dan gerak Indonesia dalam dunia internasional. Dapatkah ia menempuh politik luar negeri bebas aktif yang setrik efektif menempatkan Indonesia di posisi yang sempurna ketika persaingan China dan Amerika Serikat makin tajam? Indonesia sanggup terbawa-bawa lantaran lokasinya strategis dan potensi kekayaan alamnya sangat memengaruhi kepentingan China dan AS.
Maka , sistem amat penting dalam kehidupan dan masa depan bangsa kita. Akan tetapi , tak kalah penting yaitu insan yang membuat sistem , demikian pula yang menggerakkan sistem supaya bermanfaat.
Namun , ada faktor-faktor yang tak disediakan oleh sistem dan amat bergantung kepada insan , yaitu niat-tekad-semangat sebagai penentu kejuangan.
Sebagai pola , tidak ada Pancasila tanpa Bung Karno. Namun , sayangnya , Bung Karno kurang cocok kepribadiannya untuk memperjuangkan Pancasila hingga menjadi sistem dalam living reality di Indonesia. Maka , yang kita perlukan yaitu pemimpin bangsa yang kuat niat-tekad-semangat untuk mewujudkannya.
Pemimpin berani
Pemimpin yang baik yaitu yang berani mengambil keputusan berdampak kemajuan , menyerupai melaksanakan investasi dalam transportasi massal setrik luas , membiayai pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak hingga pendidikan tinggi , membangun perindustrian yang menjadikan materi mentah Indonesia produk berharga dengan nilai tambah tinggi , meningkatkan pertanian sehingga Indonesia menjadi pengekspor dan bukan pengimpor beras , kedelai , dan produk pertanian lainnya , serta menjadikan bahari sumber kesejahteraan bagi lebih banyak didominasi bangsa.
Namun , kita juga memerlukan manusia-manusia lain yang sanggup berkiprah di bidangya dan menghasilkan kemajuan yang penting bagi bangsa. Sekarang kita gembira ada Emirsyah Satar yang menjadikan Garuda Indonesia dipercaya , Rismaharini sebagai wali kota yang membangun taman-taman indah di Surabaya dan membuat rakyatnya lebih bahagia. Tentu kita ingin prestasi mereka makin meningkat dan mendorong yang lain untuk lebih berprestasi.
Dengan insan dan sistem yang sesuai Pancasila , Indonesia bakal menjadikan rakyatnya maju , sejahtera lahir batin , dan sanggup berperan aktif dalam kesejahteraan umat manusia.
Sayidiman Suryohadiprojo , Mantan Gubernur Lemhannas
0 Response to "Kumpulan Opini Kompas: Insan Dan Sistem Sama Penting"